Selasa, 10 Januari 2012

PLTA ( ANGIN )

Komponen-komponen penyusun kincir angin:

Secara garis besar sebuah kincir angin terdiri dari:
1.Gearbox
Merupakan sebuah alat yang  berfungsi untuk mengubah putaran rendah pada kincir menjadi putaran tinggi.
2. Brake System
Alat ini digunakan  untuk menjaga perputaran pada poros agar tetap bekerja pada titik aman saat terdapat angin dengan kecepatan tinggi.
3. Generator
Generator merupakan salah satu komponen terpenting  dalam pembuatan system turbin angin. Generator ini dapat mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Disekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC(alternating current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih sinusoidal.
4. Penyimpan energi
Ketersediaan akan energi angin setiap harinya tidak menentu sehingga ketersediaan listrikpun tidak menentu. Oleh karena itu diperlukan suatu alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik. Alat penyimpan energi ini berguna menyimpan energi listrik yang dihasilkan ketika kelebihan daya saat turbin berputar kencang atau ketika penggunaan daya pada masyarakat menurun, sehingga energi yang tersimpan dapat digunakan ketika penggunaan daya masyarakat naik atau keika turbin berputar pelan karena kecepatan angin menurun.

5. Rectifier-inverter
Rectifier berarti penyearah. Rectifier dapat menyearahkan gelombang sinusoidal (AC) yang dihasilkan oleh generator menjadi gelombang DC. Inverter berarti pembalik. Ketika dibutuhkan daya dari penyimpan energi(aki/lainnya) maka catu yang dihasilkan oleh aki akan berbentuk gelombang DC. Karena kebanyakan kebutuhan rumah tangga menggunakan catu daya AC , maka diperlukan inverter untuk mengubah gelombang DC yang dikeluarkan oleh aki menjadi gelombang AC, agar dapat digunakan oleh rumah tangga.


PRINSIP KERJA


Pada dasarnya cara kerja dari sebuah kincir angin cukup sederhana yaitu mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik. Energi angin yang mengenai sirip kincir angin akan memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator di bagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan masih berupa arus AC, kemudian energi listrik ini masuk ke controller sistem. Pada controller sistem ini terdapat inverter. Energi listrik dari inverter ini biasanya akan disimpan di dalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan.



Kelebihan
Pembangkit listrik tenaga angin memiliki beberapa kelebihan antara lain:
1.      Ramah Lingkungan.
2.      Praktis digunakan pada wilayah pesisir pantai.
3.      Tidak memerlukan perawatan khusus.
4.      Teknologinya tidak rumit.
5.      Desainnya dari bahan yang tidak mudah karatan.
6.      Pengoperasiannya mudah.
7.      Untuk tenaga angin, selama kincir berputar maka supply listrik tetap terpenuhi walau hari sudah gelap.

Kekurangan  PLT-Angin:
1.      Penetapan sumber daya angin dan persetujuan untuk pengadaan ladang angin membutuhkan waktu yang sangat lama untuk pengembangan proyek energi angin. Hal ini dapat memakan waktu hingga 4 tahun dalam kasus ladang angin yang besar yang membutuhkan studi dampak lingkungan yang luas.
2.      Ladang angin lepas pantai memiliki masalah tersendiri yang dapat mengganggu pelaut dan kapal-kapal yang berlayar. Konstruksi tiang pembangkit listrik tenaga angin dapat mengganggu permukaan dasar laut. Hal lain yang terjadi dengan konstruksi di lepas pantai adalah terganggunya kehidupan bawah laut. Efek negatifnya dapat terjadi seperti di Irlandia, dimana terjadinya polusi yang bertanggung jawab atas berkurangnya stok ikan di daerah pemasangan turbin angin.
3.      Suku cadang yang sulit didapatkan untuk daerah-daerah terpencil.
4.      Karena kincir angin lebih baik jika diletakkan di tempat yang tinggi, maka menjadi rentan tersambar petir.
5.      Efek lain akibat penggunaan turbin angin adalah terjadinya derau frekuensi rendah. Putaran dari sudu-sudu turbin angin dengan frekuensi konstan lebih mengganggu daripada suara angin pada ranting pohon.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar